Sabtu, 25 Oktober 2014

Pembiayaan PTK

Pertemuan Senin, 20 Oktober 2014 di ruang 305 FIP UNJ


Pengertian Gaji

(Mulyadi, 2001, 377) menyatakan Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan seperti manajer. Penggajian dapat diartikan sebagai proses pembayaran upah kepada seseorang atau individu untuk pengganti hasil kerja atau jasa yang telah dilakukan.

Hasibuan (2002) menyatakan bahwa “Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti” (p. 118).

Handoko (1993), “Gaji adalah pemberian pembayaran finansial kepada karyawan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang” (p. 218).

Hariandja (2002), yaitu Gaji merupakan salah satu unsur yang penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, sebab gaji adalah alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pegawai, sehingga dengan gaji yang diberikan pegawai akan termotivasi untuk bekerja lebih giat.

Sastro Hadiwiryo (1998), yaitu : Gaji dapat berperan dalam meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih efektif, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas dalam perusahaan, serta mengimbangi kekurangan dan keterlibatan komitmen yang menjadi ciri angkatan kerja masa kini. Perusahaan yang tergolong modern, saat ini banyak mengaitkan gaji dengan kinerja.

Mathis dan Lackson (2002), “Gaji adalah suatu bentuk kompensasi yang dikaitkan dengan kinerja individu, kelompok ataupun kinerja organisasi” (p. 165).

Sumber : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/gaji-definisi-peranan-fungsi-dan-tujuan.html


Pengertian Upah

Menurut undang-undang tenaga kerja no 13 tahun 2003, Bab 1, Pasal 1  berisikan  Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Menurut Dewan Penelitian Pengupahan Nasional, memberikan definisi upah sebagai sebagai berikut upah ialah suatu penerimaan sebagai suatu kerja berfungsi sebagai suatu jaminan kelangsungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan produktifitas yang dinyatakan dalam nilai atau bentuk yang ditetapkan menurut suatu persetujuan Undang-Undang dan peraturan yang dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja.

Tingkatan Upah
Dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 150 Tahun 2001 dan keputusan Menteri Keuangan tentang PPh pasal 21 tahun 2003, ada dijelaskan mengenai tingkat upah yang diterima karyawan. Upah yang diterima karyawan dibagi atas beberapa golongan yaitu:
1. Upah harian lepas
Upah yang diterima bila dalam satu hari kerja jika seorang melakukam perkerjaan yang telah ditentukan. Orang yang bekerja dengan upah harian lepas biasanya tidak terikat kerja kepada majikan.
2. Upah pegawai tetap
Upah yang diperoleh seorang berdasarkan jangka waktu yang telah ditetapkan dengan jumlah yang diterimanya pun bersifat tetap seperti gaji bulanan.
3. Upah borongan
Upah yang diperoleh seseorang sesuai kesepakatan antara pekerja dengan penyuruh (penyewa) dan besarnya upah yang diterima juga terhantung kesepekatan diantara dua belah pihak, jenis perkerjaan yang telah disepakati ini harus selesai dilakukan tanpa turut campur tangan dari pihak penyewa.
4. Upah Honorarium
Upah yang diterima jika perkerjaan dilakukan dan sedangkan jumlahnya tergantung dari kesepakatan pekerja dengan majikan. Orang yang menerima upah honorium biasanya tidak terikat kerja dengan majikan.


Upah Minimum Regional
Upah Minimum Regional adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Pemerintah mengatur pengupahan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/Men/1989 tanggal 29 Mei 1989 tentang Upah Minimum.

Penetapan upah dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang panjang. Mula-mula Dewan Pengupahan Daerah (DPD) yang terdiri dari birokrat, akademisi, buruh dan pengusaha mengadakan rapat, membentuk tim survei dan turun ke lapangan mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Setelah survei di sejumlah kota dalam propinsi tersebut yang dianggap representatif, diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) - dulu disebut Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Berdasarkan KHL, DPD mengusulkan upah minimum regional (UMR) kepada Gubernur untuk disahkan. K
omponen kebutuhan hidup layak digunakan sebagai dasar penentuan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup pekerja lajang (belum menikah).


Pengertian Tunjangan Karyawan (Kesejahteraan Karyawan)
1.      Menurut Marihot Tua Effendi : merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang pemberianya tidak berdasarkan kinerja pegawai,akan tetapi berdasarkan keanggotannya sebagai bagian dari organisasi,serta pegawai yang memiliki banyak kebutuhan agar dapat menjalankan kehidupanya secra normal dan agar dapat bekerja dengan baik.
2.            Gary Dessler : Tunjangan (Benefits) dapat didefinisikan sebagai semua pembayaran keuangan tidak langsung yang diterima oleh karyawan untuk melanjutkan pekerjaannya dengan perusahaan
3.     Menurut Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan nonmaterial) yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat.
4.          Andre F. Sikula, dalam buku yang ditulis Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan :  Indirect compensations are reimbursement received by employees in form other than direct wages or salary. (Kompensasi tidak langsung adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung).
5.           Dale Yoder dalam buku yang ditulis Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan :  Benefits may be regarded as the more tangible financial contributions to employees. Special payment to those who are ill, contribution to employees savings, distribution of stock, insurance, hospitalization, and private pensions for example. (Kesejahteraan dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama pembayaran kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan di rumah sakit, dan pensiun)

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tunjangan karyawan adalah program untuk peningkatan kesejahteraan karyawan (material dan non material) tidak langsung sebagai bentuk balas jasa dalam bentuk selain upah/gaji, seperti pembayaran kepada mereka yang sakit, uang tabungan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan di rumah sakit,dan pensiun.


Jenis-jenis Tunjangan
Contoh jenis tunjangan tetap :
·         Tunjangan Keluarga
·         Tunjangan Jabatan
·         Tunjangan Makan (untuk sebagian perusahaan dihitung berdasarkan jumlah kehadiran)
·         Tunjangan lain-lain

Tunjangan Tidak Tetap adalah suatu pembayaran yang diatur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tidak tetap dan dikatikan dengan kehadiran atau prestasi kerja.
Contoh jenis tunjangan tidak tetap:
·         Tunjangan Transport
·         Tunjangan Kehadiran
·         Tuunjangan Shift
·         Tunjangan Perumahan
·         Tunjangan Kesehatan
Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia tidak menetapkan secara baku mengenai penentuan jenis tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. masalah ini diserahkan kepada kebijakan pengusaha dengan pekerja dalam hal ini adalh serikat pekerja atau perwakilan pekerja. namun kalau dilihat dari dasar pertimbangan dari sisi kepentingan perusahaan dan pemenuhan kebutuhan pekera, maka nilai tunjangan tidak boleh dibawah ketentuan minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. praktik pengupahan yang terjadi pada perusahaan-perusahaan di Indonesia cukup bervariatif dan kondisi ini sangat dimungkinkan karena ketentuan peraturan perundang-undangan memperbolehkan sepanjang ketentuan minimal tidak dilanggar. penghasilan karyawan dipecah menjadi berjenis-jenis tunjangan.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Laporan keuangan dan analisis laporan keuangan

Pertemuan Senin, 13 Oktober 2014 di ruang 305 FIP UNJ. Materi Laporan keuangan dan analisis laporan keuangan.

Pengertian Laporan Keuangan

            Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·         Neraca
·         Laporan laba rugi
·         Laporan perubahan ekuitas
·         Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
·         Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan 


Jenis Laporan Keuangan

1.      LAPORA LABA-RUGI (Income Stetement)
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktifitas operasional perusahaan dengan menghitung pendapatan dan beban-beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laporan laba-ruginya.

2.      LAPORAN NERACA (Balance Sheet)
Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada periode tertentu. Data untuk menyusun laporan neraca diambil dari neraca lajur.

3.      LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan ditambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.

4.      LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas menunjukkan sumber dan penggunaan kas selama satu periode sehingga saldo kas nampak seperti di neraca, laporan arus kas membutuhkan data/informasi dari neraca periode sebelumnya dan periode yang bersangkutan dan laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.


Pengertian Analisis  Rasio Keuangan

            Analisis Rasio Rasio Keuangan terhadap suatu perusahaan digunakan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan terutama bagi pihak manajemen. Hasil analisis dapat digunakan untuk melihat kelemahan perusahaan selama periode waktu berjalan. Kelemahan yang terdapat di dalam perusahaan dapat segera diperbaiki sedangkan hasil yang cukup baik harus dipertahankan pada waktu mendatang. Selanjutnya analisis historis tersebut dapat digunakan untuk penyusunan rencana dan kebijakan di tahun mendatang.
            Analisis rasio adalah suatu angka yang menunjukkan hubungan antara unsur – unsur dalam laporan keuangan. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana (Arief Sugiyono, 2009:64)


Cara Perhitungan Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
  1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek. Rasio likuiditas dapat dihitung berdasarkan informasi modal kerja dari pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Beberapa perhitungan rasio likuiditas dan rumus perhitungannya dijelaskan berikut ini:

a. Current ratio
Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya.
Text Box: Current Ratio =  Aktiva Lancar      
  Kewajiban lancar

b. Cash ratio atau Ratio of ImmediateSolvency
Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiba yang harus segera dipenuhi dengan kas yang  tersedia dan efek (surat berharga) yang dapat segera dicairkan.
Text Box: Cash Ratio =  Kas + efek      
          Kewajiban lancar

c. Quick ratio atau acid test ratio
Quick ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (liquid assets).
Text Box: Quick Ratio =  Kas + efek + piutang  
              Kewajiban lancar

d. Working capital to total assets ratio
Working capital to total assets ratio digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (neto)
Text Box: Working capital to total assets ratio =  Kas + efek + piutang  
                     Kewajiban lancar

  1. Rasio Leverage (rasio hutang) , rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. Data yang digunakan untuk analisa leverage adalah neraca dan laporan laba rugi.
Rasio leverage diantaranya adalah:

a. Total debt to Equity Ratio
Total debt to Equity Ratio, rasio ini digunakan untuk mengukur bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jamina untuk keseluruhan kewajiban atau hutang.
Text Box: Total debt to Equity Ratio  =  kewajiban lancar + kewajiban jangka panjang  
                                        Jumlah modal sendiri

b. Long Term debt to equity ratio
Long Term debt to equity ratio digunakan untuk mengukur bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.
Text Box: Total debt to Equity Ratio  =  kewajiban lancar + kewajiban jangka panjang  
                                        Jumlah modal sendiri

c. Tangibel assets Debt Coverage
Tangibel assets Debt Coverage digunakan untuk mengukur besar aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin setiap rupiah kewajiban jangka panjang.
Text Box: Tangibel assets Debt Coverage =  jumlah aktiva + intangible + kewajiban lancar
                                                   Kewajiban jangka panjang

d. Times interest earned ratio
Times interest earned ratio digunakan untuk mengukur besar jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga kewajiban jangka panjang.
Text Box: Times interest earned ratio = .                            Debet                        .
                                Bungan Kewajiban jangka panjang

  1. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.

a. Gross Profit Margin
Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba bruto per rupiah penjualan.
 Text Box: Gross Profit Margin  = Penjualan Netto + HPP
                        Penjualan netto

b. Operating income ratio atau operating profit margin
Operating income ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan ;laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan.
Text Box: Operating income ratio = Penjualan Netto + HPP + biaya-biaya
                        Penjualan netto

4. Operating Ratio
Operating Ratio, digunakan untuk mengukur biaya operasi per rupiah penjualan,  semakin kecil angka rasio menunjukkan kinerja yang semakin baik,
Text Box: Operating ratio = HPP + biaya administrasi + penjualan dan umum
                        Penjualan netto

a. Net profit magin atau sales margin
Net profit magin atau sales margin digunakan untuk mengukur keuntungan neto atau laba bersih per rupiah penjualan, semakin besar angka yang dihasilkan menunjukkan kinerja yang semakin baik.
 Text Box: Net profit magin atau sales margin =  Laba bersih setelah pajak (FAT)
                           Penjualan neto

b. Earning power of total investment
Earning power of total investment digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal perusahaan yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham).
Text Box: Earning power of total investment =  EBIT
                                      Jumlah aktiva

c. Net earning power ratio atau Rate of return on investment (ROI)
Net earning power ratio digunakan untuk mengukur kemampuanmodal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih.
Text Box: Net earning power ratio =  Laba bersih setelah pajak (FAT)
                                      Jumlah aktiva

d. Rate of Return for the owners atau Rate of Return on Net Worth
Rate of Return for the owners digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen danpemegang saham biasa.
Text Box: Rate of Return for the owners =  Laba bersih setelah pajak (FAT)
                                      Jumlah modal sendiri

  1. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  2. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
  3. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Contoh Perhitungannya
Seci Harpian School
Laporan Laba Rugi Januari-Desember 2012

Pendapatan :
1      SPP (1.000 x 500.000 x 12)                             :  6.000.000.000
2      Osis (1.000 x 200.000 x 12)                             :     200.000.000
                                                                                 6.200.000.000
Biaya-biaya:
1      Gaji guru + pegawai ( 145.000.000 x 12)        :     1.740.000.000
2      Kurikulum (30.000.000 x 2)                            :          60.000.000
3      Pembelajaran (6.000.000 x 10                          :          60.000.000
4      Osis + Ekskul (5.000.000 x 12)                       :          60.000.000
5      ATK (1.000.000 x 12)                                     :          12.000.000
6      Penyusutan bangunan                                      :        317.500.000
7      Penyusutan                                                       :        330.000.000
8      Biaya Promosi                                                  :          50.000.000
9      TAL (10.000.000 x 12)                                    :        120.000.000
10  Bll (5.000.000x 12)                                         :          60.000.000
 Total Biaya                                                     :     2.824.500.000
                                                                                                                       
EBIT                                                               :      3.375.500.000
Biaya 12%                                                       :         360.000.000     
EBT                                                                 :      3.015.500.000

Tax/Pph
5% x 50.000.000                                 : 2.500.000
15% x 200.000.000                             : 30.000.000
25% x 250.000.000                             : 62.500.000
35% x 2.515.500.000                          : 880.425.000
Tax                                                      : 975.425.000
EAT                                                    : 2.039.575.000


Laporan Perubahan Model Tahun 2012

Modal 1 Januari                                              :Rp 16.950.000.000
Pembagian laba/SHU                                      :Rp      750.000.000
                                                                          Rp 16.200.000.000
Laba Tahun 2012                                            :Rp    2.039.575.000

Modal 31 2012                                                :Rp  18.239.575.000





Neraca Per 31/12/2012

Aktiva Lancar
Kas                              :      42.750.000
          Bank                             : 3.155.500.000
          Perlengkapan                :      75.000.000
         Piutang SPP                  : 1.125.000.000 +
Total Aktiva Lancar     :                                   4.523.250.000

Aktiva Tetap
Gedung                                    : 9.525.000.000
Penyuutan gedung       :    317.500.000 –
                                                                        9.207.500.000

Peralatan                     : 5.000.000.000
Penyusutan Peralatan   :   330.000.000 -   
                                                                        4.670.000.000
                                                                                               
ATTW                                                                         2.844.325.000 +
                                                                                
Total Aktiva                                                     21.245.075.000


Utang Lancar                           :          5.500.000
Utang Jangka Panjang              :   3.000.000.000 +
Total Utang                              :   3.005.500.000
Modal                                     : 18.239.575.000 +
Total Utang + Modal                : 21.245.075.000