Minggu, 30 November 2014

Capital Budgeting

Pertemuan Senin, 24 November 2014 di ruang 305 FIP UNJ

·      Konsep capital budgeting
Penganggaran investasi (capital budgeting) adalah keseluruhan aktivitas yang berupa perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat, atau suatu aktivitas investasi di mana dikeluarkan dana untuk membentuk aktiva produktif dengan harapan untuk memperoleh manfaat di waktu yang akan datang. Aktivitas proyek in­vestasi selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan selama jangka waktu tertentu yang panjang. Setiap usul in­vestasi harus mempunyai periode tertentu, yakni kapan proyek investasi itu dimulai dan kapan proyek investasi itu berakhir.
Usul-usul investasi tersebut dapat berupa pembelian aktiva tetap penting seperti bangunan, mesin - mesin dan peralatan atau penanaman dana pada perusahaan lain dengan jalan membeli saham-sahamnya atau seperangkat aktiva yang dipat digunakan untuk kelangsungan usaha perusahaan itu. Investasi dalam aktiva tetap sering meliputi pemilihan yang komplek antara berbagai alternatif aktiva tetap, saat kapan suatu proyek akan dimulai, dan bagaimana metode pembelanjaannya. Masalah pemilihan usul-usul investasi beserta metode pembelanjaannya merupakan dua dari kebanyakan keputusan perusahaan yang sangat penting dan sangat menentukan bagi kelangsungan usaha perusahaan itu.
Keputusan penganggaran investasi merupakan suatu proses yang mempunyai dua sisi. Sisi pertama, seorang fi­nancial manager harus mengevaluasi suatu proyek investa­i dengan memperhitungkan "hasil yang diharapkan" (ex­pected return) dari proyek tersebut. Pada umumnya evaluasi tersebut dimulai dengan pengeluaran kas pada awal dilakukannya proyek dan arus kas selama umur proyek terse­but. Perhitungan "hasil yang  diharapkan" tersebut misalnya dapat dilakukan dengan metode "internal rate of return" atau "net present value." Sisi kedua adalah menentukan  "hasil yang dikehendaki" (required return) dari proyek tersebut.
Kita dapat  memperhitungkan "hasil yang dikehendaki," misalnya 16%, tetapi pertanyaan yang timbul adalah apakah angka tersebut merupakan jumlah yang cukup sehingga proyek tersebut dapat diterima? Untuk menentukan apakah "hasil yang dikehendaki" tersebut cukup memadai, kita harus mengevaluasi derajat  resiko dari pro­yek itu dan kemudian harus menghitung "hasil yang dikehendaki" untuk suatu derajat resiko tertentu.
Dua metode dapat digunakan. Apabila proyek  investasi baru tersebut mempunyai derajat resiko yang kira-kira sama dengan aktivitas usaha yang ada sekarang, kita da­pat mempergunakan "biaya penggunaan  modal rata-rata" (average cost of capital). Sebaliknya apabila derajat  re­siko proyek itu berbeda dengan derajat resiko dari usaha yang ada sekarang, kita dapat mempergunakan "model penilaian investasi dalam aktiva" (capital asset pricing model).

Djarwanto.1984.Capital Budgeting.Yogyakarta.BPFE Yogyakarta.

·      Payback period
Ciri dari metode penilaian ini adalah bahwa metode ini menggunakan konsep cash flow sebagai dasar perhitungannya dan tidak mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.
Dengan menggunakan metode pack back period sebagai metode penilaian berarti bahwa proyek yang paling cepat mengembalikan total investasi awal atau investasi permulaan (initial investment adalah dianggap proyek yang paling baik.
Untuk menetapkan pay back period yaitu lamanya waktu atau periode yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal dapat digunakan rumus sebagai berikut :

Payback period (PBP)  =  Initial investment________
                                         Annual money Cash inflow

Disamping beberapa kelemahan metode payback period memiliki beberapa kebaikan diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Metodenya sederhana
b.      Alat penjaga resiko. Jika proyek dapat menerima kembali seluruh dana yang ditanam padanya dengan singkat maka itu berarti bahwa resiko mengalami kerugian adalah rendah karena kemungkinan bagi perusahaan lain untuk mendirikan proyek yang sama adalah kecil.
c.       Alat penjaga likuiditas

Kelemahan dari metode ini yang terpenting adalah sebagai berikut :
a.       Metodenya tidak mempertimbangkan nilai uang yang dipengaruhi oleh waktu
b.      Metode ini mengabaikan kenyataan bahwa proyek kemungkinan mempunyai arus cash in flow yang berlainan setelah masa payback period berakhir
 
·      Net present value
Net present value (NPV) metode ini merupakan nilai dari proyek yang bersangkutan yang diperoleh berdasarkan selisih antara cash flow yang dihasilkan terhadap investasi yang dikeluarkan. NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan. NPV < 0 (nol) → usaha/proyek tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan. NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana TR=TC dalam bentuk present value. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan benefit dari proyek yang direncanakan.

·      Internal rate of return (IRR)
Di samping NPV dan BCR method banyak juga pimpinan perusahaan yang menggunakan internal rate of return (IRR) sebagai alat untuk mengukur atau mengevaluasi investasi – investasi yang dilakukan.
IRR method atau biasa juga dinamakan Trial and Error Method menunjukan tingkat pendapatan yang sebenarnya dari sebuah proyek. Metode IRR tidak mengurangkan gross present value (GPV) dari cash flow dari initial investment atau biasa juga dinamakan initial capital outlay melainkan mencarinya dengan trial and error.
 Dengan system trial and error berarti dicoba berbagai tingkat discounting factor (DF) akan menyamakan gross present value (GPV) dengan initial investment atau initial capital outlay. Discounting factors yaitu yang akan menyamakan GPV dengan initial investment adalah merupakan IRR dari proyek bersangkutan.

·      Penerapan capital budgeting dalam keuangan pendidikan
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ini merupakan plafon pendanaan yang dibutuhkan dan harus disediakan serta direncanakan asal dana tersebut didapatkan. RAPBS inilah yang menjadi dasar pengelolaan managemen sekolah. Segala hal yang dilakukan oleh sekolah harus tercantumdi dalam RAPBS tersebut,jika tidak, maka kegiatan tersebut haruslah diprogramkan di tahun depannya. Untuk itulah, maka setiap sekolah menyusun RAPBS sebagai acuan kegiatan yang terkait dengan pendanaan. Sebenarnya, dengan adanya RAPBS ini, sekolah dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya dan menyeimbangkan dengan alokasi dana yang ada.
Kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Tujuan manajemen keuangan adalah:
1.Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2.Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah
3.Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber -sumber dana, menempatkan bendaharawan yang  menguasai dalam pembukuan dan pertanggung- jawaban keuangan serta  memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku (Mulyasa, 2003:50)



Minggu, 23 November 2014

Time Value of Money

Pertemuan Senin, 17 November 2014 di ruang 305 FIP UNJ

Time value of money atau nilai waktu uang adalah sebuah konsep yang menyebutkan bahwa uang sebesar satu rupiah yang dapat diterima saat ini adalah lebih bernilai dibanding satu rupiah yang baru akan diterima pada waktu yang akan datang. Karena uang tersebut akan memperoleh hasil yang lebih besar bila diinvestasikan, dibanding uang yang baru dapat diterima pada masa yang akan datang.

William R. Lasher mengemukakan bahwa time value of money didasarkan pada gagasan bahwa sejumlah uang di tangan seseorang saat ini bernilai lebih dari jumlah yang sama dijanjikan pada beberapa waktu di masa depan .

Konsep dasar nilai waktu uang (time value of money) meliputi (1) nilai mendatang (future value/FV) dan (2) nilai sekarang (present value/PV). Baik nilai mendatang maupun nilai sekarang dapat dibedakan lagi menjadi nilai tunggal dan nilai anuitas. Proses perhitungan nilai mendatang disebut pemajemukan (compounding), sedangkan proses perhitungan nilai sekarang disebut pendiskontoan (discounting). Dalam manajemen keuangan, konsep nilai sekarang lebih banyak digunakan, seperti penetapan kelayakan investasi pada aktiva tetap.

Berikut adalah beberapa contoh terapan yang tetkait dengan konsep nilai waktu dari uang;
·         Tabungan
·         Pinjaman Bank
·         Berbagai jenis kredit seperti kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor, dan kredit barang konsumsi lainnya
·         Asuransi
·         Pemilihan alternatif beli atau sewa (leasing)
·         Penilaian proyek
·         Penilaian saham, obligasi, dan instrumen-instrumen keuangan lainnya
Dari berbagai contoh terapan yang digambarkan, terlihat bahwa konsep waktu dari uang menempati posisi penting dalam keuangan, baik pada aspek keuangan perseorangan, manajemen keuangan perusahaan, penilaian investasi surat-surat berharga, maupun investasi riil seperti pendirian pabrik, pembelian mesin, perluasan usaha, dan sebagainya.

Ada tiga alasan utama sekurang-kurangnya mengapa uang hari ini lebih bernilai dibandingkan masa yang akan datang, yaitu:
·         Uang kehilangan nilainya dari waktu ke waktu
Daya beli uang terus jatuh terutama disebabkan oleh adanya inflasi dalam perekonomian. Sebagai contoh di Indonesia, uang seribu rupiah bisa membeli secangkir kopi di tahun 2000-an, tetapi hari ini seribu rupiah yang sama tidak dapat membeli secangkir kopi. Oleh karena itu nilai seribu rupiah jatuh selama bertahun-tahun.
·         Uang memiliki biaya kesempatan
Jika seorang memiliki uang hari ini, ia dapat menginvestasikan uang tersebut dalam beberapa usaha bisnis, dengan demikian akan meningkatkan jumlah uang seseorang di masa depan. Dalam analisis konvensional, pendapatan bunga merupakan salah satu biaya kesempatan dari uang, namun pendapatan berbasis bunga adalah dilarang dalam Islam.
·         Ketidakpastian arus kas masa depan, kepastian masa kini
Arus kas masa depan adalah harapan saja. Oleh karena itu, arus kas masa depan tidak pasti dan berisiko. Orang menghargai arus kas sekarang lebih bernilai dibandingkan dari arus kas masa depan.

Dua konsep yang digunakan dalam menghitung nilai waktu dari uang yaitu Nilai Akan Datang dan Nilai Sekarang.
1. Nilai Akan Datang/NAD (future value) sebagai nilai akumulasi yang akan diterima di masa yang akan datang sebagai hasil investasi yang akan dilakukan pada saat ini.
Uang yang ditabung hari ini (present value) akan berkembang menjadi sebesar future value karena mengalami proses bunga-berbunga (compounding). Jadi future value adalah nilai di masa mendatang dari uang yang ada sekarang. 
Untuk mempermudah penyelesaian kasus nilai waktu uang, perhatikan garis waktu berikut:
=        awal tahun ke-1
=        awal tahun ke-2 atau akhir tahun ke-1
=        awal tahun ke ke-3 atau akhir tahun ke-2
=        awal tahun ke-4 atau akhir tahun ke-3

2. Nilai Sekarang/NS (present value) adalah nilai hari ini dari sejumlah atau serangkaian jumlah uang di masa yang akan datang, yang dihitung melalui pendiskontoan jumlah di masa yang akan datang dengan tingkat bunga yang sesuai. Present value merupakan kebalikan dari future value  yaitu besarnya jumlah uang pada permulaan periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari sejumlah uang yang baru akan diterima beberapa waktu atau periode yang akan datang. Jadi present value menghitung nilai uang pada waktu sekarang bagi sejumlah uang yang baru akan kita miliki beberapa waktu kemudian.

Anuitas adalah serangkaian pembayaran atau penerimaan dalam jumlah yang sama selama periode tertentu suatu aliran kas yang jumlahnya setiap tahun sama. Perbedaan anuitas dengan angsuran; Anuitas adalah suatu pembayaran yang jumlahnya sama, yang diterima atau dibayarkan pada tiap akhir periode dengan waktu yang sama untuk jumlah waktu tertentu. Sedangkan angsuran adalah suatu pembayaran dengan jumlah tertentu, yang mungkin jumlahnya dapat berbeda dan waktu dapat tidak teratur.
Ada 2 jenis dasar anuitas yaitu:
·         Anuitas biasa yaitu anuitas yang penempatannya dilakukan pada akhir periode.
·         Anuitas jatuh tempo yaitu anuitas yang penempatannya dilakukan pada awal setiap periode.


Jumat, 14 November 2014

Manajemen Aktiva Tetap dan Aktiva tetap Tidak Berwujud

Pertemuan Senin, 10 November 2014 di ruang 305 FIP UNJ

·      Pengertian Aktiva Tetap
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16 paragraf 5 Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan di bangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Sundjaja, Ridwan S.2003.Manajemen Keuangan Satu.Jakarta.Literata Lintas Media

Menurut Sofyan Safri H, Aktiva tetap adalah aktiva yang menjadi hak milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa perusahaan”. (Sofyan Safri H. Akuntansi Aktiva Tetap. PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002, Hal 20)

Bentuk aktiva tetap antara lain:
·         Tanah, tanah biasanya memlliki masa manfaat yang tidak terbatas dan biasanya tidak dlanggap sebagai suatu aktiva yang dapat disusutkan.
·         Bangunan, mesin dan peralatan, Bangunan, mesin dan peralatan memiliki masa manfaat terbatas, oleh karena itu disusutkan.
·         Aktiva tetap lainnya, suatu benda berwujud yang diakui sebagai aktiva tetap bila besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang yang berkaitssan dengan aktiva tersebut akan digunakan di perusahaan atau aktiva jangka panjang lainnya yang tidak termasuk kategori bangunan, peralatan dan tanah. Contoh: Meubel dan perlengkapan kantor, kendaraan.
·         Akumulasi penyusutan, Alokasi Jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

·      Pengertian Aktiva Tetap Tak Berwujud
Aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva yang umurnya panjang dan memberikan manfaat bagi operasi perusahaan, tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Yang termasuk aktiva tetap tidak berwujud antara lain: hak paten, hak cipta, merek dagang, franchise, goodwill.
Pengurangan nilai harga perolehan aktiva tidak berwujud selama umur ekonomisnya disebut amortisasi. Amortisasi aktiva tidak berwujud dicatat dalam jurnal penyesuaian. Berdasarkan masa manfaatnya, aktiva tetap tidak berwujud digolongkan sebagai berikut :

A.    Aktiva tetap tidak berwujud yang masa manfaatnya dibatasi oleh undang-undang/peraturan :
1.      Hak paten
Hak paten adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada orang atau badan yang menemukan hal yang baru, untuk melakukan pembuatan, penjualan atau pengawasan terhadap penemuannya selama jangka waktu tertentu. Masa penggunaan hak paten dibatasi selama 17 tahun dan setelah habis masa pengguanaannya dapat diperbaharui atau diperpanjang. Hak paten dapat digunakan sendiri atau dijual kepada pihak lain.
Harga perolehan hak paten meliputi :
- biaya penelitian
- biaya percobaan
- biaya pengembanga
- biaya pendaftaran, dll

            Amortisasi dalam hak paten, di jurnal penyesuaian :
                        Beban amortisasi paten                          Rp xxx
                                    Paten                                           Rp xxx         

2.      Hak cipta
            Hak cipta (copy rights) adalah hak tunggal  yang diberikan oleh pemerintah kepada orang atau badan  (pengarang, pencipta lagu/music, seniman) untuk menerbitkan/mempublikasikan, menjual atau mengawasi ciptaannya. Masa penggunaan hak cipta dibatasi selama 28 tahun dan dimungkinkan untuk perpanjangan selama 28 tahun lagi. hak cipta dapat diperoleh dengan penemuan sendiri atau dengan membeli dari pihak lain. Jika diperoleh dari penemuan sendiri, maka biaya utnuk memperoleh hak cipta tidak begitu besar, sehingga bisa diperlakukan sebagai beban pada periode perolehan. Jika hak cipta diperoleh dari membeli dari pihak lain harga perolehannya cukup besar, maka perlu dikapitalisasikan sebagai aktiva tetap tidak berwujud dan diamortisasikan selama umur ekonomis.
Harga perolehan hak cita adalah semua pengeluaran biaya yang berhubungan dengan usaha memperoleh hak tersebut, seperti :
- Biaya peninjauan
- Biaya perizinan
- Biaya pengerjaan
- Biaya biaya pendaftaran dll.
Harga perolehan hak cipta yang diperoleh dengan membeli dari pihak lain adalah sebesar harga belinnya.
3.      Franchise
            Franchise atau hak monopoli atauwara laba adalah hak-hak istimewa yang diberikan pemerintah kepada suatu pihak, untuk menggunakan fasilitas milik Negara bagi penyediaan jasa-jasa kepentingan umum, misalnya untuk penimbunan sampah dan transportasi umum. Franchise dapat juga diberikan kepada suatu perusahaan untuk menggunakan fungsi bisnis tertentu, untuk mengkomersialkan produk, proses, teknik atau resep tertentu. Misalnya, franchise yang dijual oleh Kentucky fried chicken, mac Donald, pizza hut dll. Franchise diberikan dalam batas waktu tertentu sesuai dengan perjanjian. Harga perolehan franchise adalah semua pengeluaran biaya yang berhubungan dengan usaha memperoleh hak tersebut, seperti biaya administrasi dan biaya lain-lain.

B.     Aktiva tetap tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas
1.      Merek dagang
            Merek dagang (trade merk) adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada orangn atau badan usaha yang menggunakan cap, nama atau lambang usaha. Apabila biaya untuk memperoleh merek dagang tidak material maka biaya itu bisa diperlakukan sebagai beban pada periode diperolehnya. Tetapi jika biaya cukup besar, maka dikapitalisasikan sebagai aktiva tetap tidak berwujud dan diamortisasikan setiap tahun. Harga prolehan merek dagang yang dibuat sendiri oleh prusahaan adalah semua biaya yang berhubungan dengan usaha pembuatan dan pendaftarannya. Sementara merek dagang yang diperoleh dengan pembelian darr pihak lain, harga perolehannya adalah sebesar harga belinya.
2.      Goodwill
            Goodwill adalah nilai lebih yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang timbul karena adanya kelebihan dalam beberapa factor, seperti nama yang terkenal, staf dan personalia yang berkemampuan tinggi atau lokasi perusahaan yang menguntungkan. Goodwill hanya bisa dicatat  atau diakui apabila pindah dari perusahaan lain melalui pembelian perusahaan lain pada harga yang lebih tinggi dari nilai wajaraktiva nettonya. Kelebihan harga diatas nilai wajar itulah yang diakui sebagai harga perolehan goodwiil.


·      Aktiva/sarana prasana sekolah (SPP)
1. Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah.
2. Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.
3. Perabot adalah sarana pengisi ruang.
4. Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran.
5. Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.
6. Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar.
7. Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi pegangan peserta didik dan guru untuk setiap mata pelajaran.
8. Buku pengayaan adalah buku untuk memperkaya pengetahuan peserta didik dan guru.
9. Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu.
10. Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs (website), dan compact disk.
11. Bahan habis pakai adalah barang yang digunakan dan habis dalam waktu relatif singkat.
12. Perlengkapan lain adalah alat mesin kantor dan peralatan tambahan yang digunakan untuk mendukung fungsi sekolah/madrasah.
13. Teknologi informasi dan komunikasi adalah satuan perangkat keras dan lunak yang berkaitan dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi.
14. Lahan adalah bidang permukaan tanah yang di atasnya terdapat prasarana sekolah/madrasah meliputi bangunan, lahan praktik, lahan untuk prasarana penunjang, dan lahan pertamanan.
15. Bangunan adalah gedung yang digunakan untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.
16. Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus.
17. Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.
18. Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran secara praktik yang memerlukan peralatan khusus.
19. Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah.
20. Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan menerima tamu. 21. Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan administrasi sekolah/madrasah.
22. Ruang konseling adalah ruang untuk peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
23. Ruang UKS adalah ruang untuk menangani peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah.
24. Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah/madrasah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah.
25. Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi peserta didik.
26. Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil.
27. Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah/madrasah yang tidak/belum berfungsi, dan arsip sekolah/madrasah.
28. Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan sekolah/madrasah.
29. Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup yang dilengkapi dengan sarana untuk melakukan pendidikan jasmani dan olah raga.
30. Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk peserta didik dapat melakukan kegiatan bebas.
31. Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satu satuan kelas.


PRASANA SEKOLAH
Sebuah SD/MI sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1. ruang kelas,
2. ruang perpustakaan,
3. laboratorium IPA,
4. ruang pimpinan,
5. ruang guru,
6. tempat beribadah,
7. ruang UKS,8. jamban,
9. gudang,
10. ruang sirkulasi,
11. tempat bermain/berolahraga.

Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1. ruang kelas,
2. ruang perpustakaan,
3. ruang laboratorium IPA,
4. ruang pimpinan,
5. ruang guru,
6. ruang tata usaha,
7. tempat beribadah,
8. ruang konseling,
9. ruang UKS,
10. ruang organisasi kesiswaan,
11. jamban,
12. gudang,
13. ruang sirkulasi,
14. tempat bermain/berolahraga.

Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1. ruang kelas,
2. ruang perpustakaan,
3. ruang laboratorium biologi,
4. ruang laboratorium fisika,
5. ruang laboratorium kimia,
6. ruang laboratorium komputer,
7. ruang laboratorium bahasa,
8. ruang pimpinan,
9. ruang guru,
10. ruang tata usaha,
11. tempat beribadah,
12. ruang konseling,
13. ruang UKS,
14. ruang organisasi kesiswaan,
15. jamban,
16. gudang,
17. ruang sirkulasi,
18. tempat bermain/berolahraga


·      Metode penyusutan dan amortisasi
Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung mauoun tidak langsung (PSAK No.17)
Metode Penyusutan adalah jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis.
Penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokan menurut criteria berikut :
1.      Berdasarkan waktu
·         Metode garis lurus
·         Metode pembebanan yang menurun 
-          Metode jumlah angka tahun
-          Metode saldo menurun/saldo menurun ganda
2.      Berdasarkan penggunaan
·         Metode waktu pelayanan
·         Metode jumlah unit produksi
3.      Berdasarkan criteria lainnya
·         Metode berdasarkan jenis dan kelompok
·         Metode anuitas
·         Metode persediaan.

Metode amortisasi
Metode amortisasi yang dipergunakan adalah metode garis lurus (straight line method) dan metode saldo menurun (declining balance method). Wajib pajak diperkenankan untuk memilih salah satu metode untuk melakukan amortisasi.

·      Perhitungan Penyusutan dan Amortisasi
Metode garis lurus atau disebut juga straight line method adalah suatu metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan aldva tetap per tahunnya sama hingga ahir umur ekonomis aktiva tetap tersebut.


Rumus penyusutan aktiva tetap metode garis lurus
Penyusutan = Harga Perolehan-Xilai Residu
Umur Ekonomis
atau dengan cara lain berikut ini:
a)                  mencari tarif penyusutan tiap tahun
Tarif Penyusutan = 100% : umur ekonomis
b)                   Mencari beban penyusutan tiap tahun
Beban Penyusutan = Tarif penyusutan x (Harga perolehan-Nilai Residu)
c)                    Mencari Nilai Buku Aktiva tetap
Harga Buku Aktiva Tetap= Harga Perolehan- Akumulasi Penyusutan

Metode menurun ganda disebut juga metode Double Declining Balance Methode, menurut metode ini maka penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Persentase penyusutan dapat dicari atau dihitung dengan mengalikan persentase penyusutan dengan metode garis lurus dengan angka 2 (dua). Dengan ungkapan lain persentase penyusutan besarnya 2x Persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda
Penyusutan = {2 x (100% : umur ekonomis)} x Harga buku aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Jumlah Angka Tahun
Metode Jumlah Angka Tahun disebut juga sum of the years digit method, Berdasarkan metode jumlah angka tahun besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun jumlahnya semaldn menurun. Rumus metode penyusutan aktiva tetap metode Jumlah angka Tahun
Penyusutan = SisaUmur Penggunaan x(Harga perolehan-nilai residu)
Jumlah Angka Tahun
Keterangan:
Sisa Umur Penggunaan = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka pada tahun pertama sisa umur penggunaan jumlahnya 5, tahun kedua 4 dan seterusnya.
Jumlah angka taun = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka jumlah angka tahun dihitung=> 1+2+3+4+5 = 15
Harga Buku aktiva tetap = harga perolehan - nilai residu

Metode Penyusutan Aktiva Tetap Satuan Jam Kerja
Metode satuan Jam Kerja atau disebut juga Service Hours Method, menurut metode ini beban
Penyusutan Aktiva Tetap ditetapkan Berdasarkan jam kerja yang dapat dicapai dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan jam kerja
Beban Penyusutan per tahun = Jam kerja yang dapat dicapai x Tarif penyusutan tiap jam
Tarif penyusutan per jam = Harga Perolehan-nilai residu
Jumlah total Jam Kerja penggunaan aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Satuan hasil Produksi
Metode satuan hasil produksi atau disebut Productive Output Method, Menurut metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan hasil produksi
Beban Penyusutan per tahun = Jumlah satuan produk yang dihasilkanxTarif penyusutan per produk
Tarif penyusutan per satuan produk = Harga perolehan- nilai residu
Jumlah total produk yang dihasilkan