Pertemuan Senin, 13 Oktober 2014 di
ruang 305 FIP UNJ. Materi Laporan keuangan dan analisis laporan keuangan.
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan
informasi keuangan suatu
perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan
keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·
Neraca
·
Laporan perubahan posisi keuangan yang
dapat disajikan
berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
·
Catatan dan
laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan
Jenis Laporan Keuangan
1. LAPORA LABA-RUGI (Income Stetement)
Laporan
laba-rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktifitas
operasional perusahaan
dengan menghitung pendapatan dan beban-beban selama satu periode yang kemudian
dapat ditentukan laporan laba-ruginya.
2. LAPORAN
NERACA (Balance Sheet)
Yaitu laporan keuangan yang
menunjukkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada periode tertentu. Data
untuk menyusun laporan neraca diambil dari neraca lajur.
3.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Yaitu laporan keuangan yang
menunjukkan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan ekuitas terdiri dari
saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan ditambah laba bersih
selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.
4.
LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas menunjukkan sumber
dan penggunaan kas selama satu periode sehingga saldo kas nampak seperti di
neraca, laporan arus kas membutuhkan data/informasi dari neraca periode
sebelumnya dan periode yang bersangkutan dan laporan laba rugi pada periode
yang bersangkutan.
Pengertian Analisis
Rasio Keuangan
Analisis
Rasio Rasio Keuangan terhadap suatu perusahaan digunakan untuk mengetahui
keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan terutama bagi pihak manajemen.
Hasil analisis dapat digunakan untuk melihat kelemahan perusahaan selama
periode waktu berjalan. Kelemahan yang terdapat di dalam perusahaan dapat
segera diperbaiki sedangkan hasil yang cukup baik harus dipertahankan pada
waktu mendatang. Selanjutnya analisis historis tersebut dapat digunakan untuk
penyusunan rencana dan kebijakan di tahun mendatang.
Analisis
rasio adalah suatu angka yang menunjukkan hubungan antara unsur – unsur dalam
laporan keuangan. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang
sederhana (Arief Sugiyono, 2009:64)
Cara Perhitungan Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan yang dihitung bisa
dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
- Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek. Rasio likuiditas dapat dihitung berdasarkan informasi modal kerja dari pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Beberapa perhitungan rasio likuiditas dan rumus perhitungannya dijelaskan berikut ini:
a.
Current ratio
Current ratio digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan
aktiva lancar yang dimilikinya.

b. Cash ratio atau Ratio
of ImmediateSolvency
Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiba yang harus segera dipenuhi dengan kas
yang tersedia dan efek (surat berharga)
yang dapat segera dicairkan.

c. Quick ratio atau acid
test ratio
Quick ratio digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan
aktiva lancar yang lebih likuid (liquid assets).

d. Working capital to total assets ratio
Working capital to total assets ratio digunakan untuk mengukur likuiditas dari
total aktiva dan posisi modal kerja (neto)

- Rasio Leverage (rasio hutang) , rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. Data yang digunakan untuk analisa leverage adalah neraca dan laporan laba rugi.
Rasio leverage diantaranya adalah:
a. Total debt to Equity Ratio
Total debt to Equity Ratio, rasio ini
digunakan untuk mengukur bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan
jamina untuk keseluruhan kewajiban atau hutang.

b. Long Term debt to equity ratio
Long Term debt to equity ratio digunakan
untuk mengukur bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan
untuk hutang jangka panjang.

c. Tangibel assets Debt Coverage
Tangibel assets Debt Coverage digunakan untuk mengukur besar aktiva tetap
tangible yang digunakan untuk menjamin setiap rupiah kewajiban jangka panjang.

d. Times interest earned ratio
Times interest earned ratio digunakan untuk mengukur besar jaminan
keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga kewajiban jangka panjang.

- Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
a. Gross
Profit Margin
Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba bruto per rupiah penjualan.

b. Operating income ratio atau
operating profit margin
Operating income ratio digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan ;laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan
oleh setiap rupiah penjualan.

4.
Operating Ratio
Operating Ratio, digunakan untuk mengukur
biaya operasi per rupiah penjualan,
semakin kecil angka rasio menunjukkan kinerja yang semakin baik,

a. Net profit magin atau sales margin
Net profit magin atau sales margin digunakan untuk mengukur keuntungan neto atau
laba bersih per rupiah penjualan, semakin besar angka yang dihasilkan
menunjukkan kinerja yang semakin baik.

b. Earning power of total investment
Earning power of total investment digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam mengelola modal perusahaan yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva
untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham).

c. Net earning power ratio atau Rate
of return on investment (ROI)
Net earning power ratio digunakan
untuk mengukur kemampuanmodal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva
untuk menghasilkan keuntungan bersih.

d. Rate of Return for the owners atau Rate of
Return on Net Worth
Rate of Return for the owners digunakan untuk mengukur kemampuan modal
sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen danpemegang
saham biasa.

- Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
- Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
- Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
Contoh
Perhitungannya
Seci
Harpian School
Laporan
Laba Rugi Januari-Desember 2012
Pendapatan :
1
SPP (1.000 x 500.000 x 12) : 6.000.000.000
2
Osis (1.000 x 200.000 x 12) : 200.000.000
6.200.000.000
Biaya-biaya:
1
Gaji guru + pegawai ( 145.000.000 x
12) : 1.740.000.000
2
Kurikulum (30.000.000 x 2) : 60.000.000
3
Pembelajaran (6.000.000 x 10
: 60.000.000
4
Osis + Ekskul (5.000.000 x 12) : 60.000.000
5
ATK (1.000.000 x 12) : 12.000.000
6
Penyusutan bangunan : 317.500.000
7
Penyusutan : 330.000.000
8
Biaya Promosi : 50.000.000
9
TAL (10.000.000 x 12) : 120.000.000
10 Bll (5.000.000x 12) : 60.000.000
Total Biaya :
2.824.500.000
EBIT : 3.375.500.000
Biaya 12% : 360.000.000
EBT :
3.015.500.000
Tax/Pph
5% x 50.000.000 : 2.500.000
15% x 200.000.000 : 30.000.000
25% x 250.000.000 : 62.500.000
35% x 2.515.500.000 : 880.425.000
Tax :
975.425.000
EAT :
2.039.575.000
Laporan
Perubahan Model Tahun 2012
Modal 1 Januari :Rp
16.950.000.000
Pembagian laba/SHU :Rp 750.000.000
Rp 16.200.000.000
Laba Tahun 2012 :Rp 2.039.575.000
Neraca Per
31/12/2012
Aktiva Lancar
Kas :
42.750.000
Bank : 3.155.500.000
Perlengkapan : 75.000.000
Piutang SPP : 1.125.000.000 +
Total Aktiva Lancar :
4.523.250.000
Aktiva Tetap
Gedung :
9.525.000.000
Penyuutan gedung :
317.500.000
–
9.207.500.000
Peralatan
: 5.000.000.000
Penyusutan Peralatan : 330.000.000 -
4.670.000.000
ATTW
2.844.325.000
+
Total Aktiva 21.245.075.000
Utang Lancar : 5.500.000
Utang
Jangka Panjang : 3.000.000.000
+
Total Utang : 3.005.500.000
Modal : 18.239.575.000 +
Total Utang + Modal :
21.245.075.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar